Senja


          

 Senja di ufuk timur mulai merayap, membawa warna oranye yang sedap dipandang mata. Disusul oleh sang surya yang memberikan siraman cahaya kehiidupan. Penuh cinta. Kicauan burung yang bertengger di dahan pohon kian mewarnai pagi yang cerah. Langit biru tanpa ada seonggok awan yang melayang tertiup angin.
        Kududuk termangu disudut ruangan yang penuh buku. Menatap ratusan buku yang terjejer rapi disepanjang rak kokoh. Bosan, kuperhatikan siswi yang sibuk sendiri dengan aktivitasnya dalam ruangan ini. Ada yang membaca sebuah buku dengan cukup serius, sampai ada yag hanya bermain ria dengan teman akrab mereka. Aku merasa terasingkan disini. Terpojok. Kualihkan pandangan keluar jendela perpustakaan. Nampak derasnya air sungai disamping bangunan ini. Berhias dengan sebuah pohon besar. Dan entah, aku tak tahu namanya. Yang digelayuti bunga merah merekah. Membuat segerombol kupu-kupu tak urung pergi dari pohon itu. Suara yang ditimbulkan aliran sungai membuat fikiranku Nampak tenang. Damai. Aku dapat merasakan betapa tentramnya hati ini. Tanpa ada beban. Kunikmati nyanyian sang alam.
        Kulihat kupu-kupu menghampiri. Mengepakkan sayapnya dengan gemulai. Ia hinggap di jari tangan-tangan ku. Membuat mataku bisa mengamatinya lebih dekat.indah.. sangat indah. Sayapnya yang diwarnai dengan warna pelangi. Cukup nyaman dipandang. Sayapnya yang cantik. Namun rapuh.
         
    Seperti kupu-kupu ini. Ierlihat kuat, terlihan indah. Namun ia lemah.
            
 Buntet pesantren. 03 Desember
Perpus. MTs NU Putri 3


Komentar

Postingan Populer