PERASAAN ITU ABU-ABU
Perasaan itu abu-abu. Kita bisa sangat bahagia karenanya, dan juga bisa sangat sedih atau kecewa. mungkin saja karena kita terlalu banyak menguntai harapan, ilusi-ilusi hati, menganggap serius kejadian-kejadian kecil. Membuat hati berspekulasi terlalu tinggi. Dan mungkin nyatanya, hanya kita saja yang terlalu GR.
Saat jatuh cinta, entah perasaan apa yang bercampur aduk ,
entah untuk yang keberapa kali senang dan kecewa hanya terpisah beberapa saat.
Dan entah sampai kapan perasaan yang membuat bingung ini akan semakin jelas. Bukankah
kita amat benci ketika berada dalam kondisi seperti ini? Cinta itu memang
abu-abu. Kita selalu merasa kesulitan
menahan buncahan perasaan. amat susah untuk mengendalikan harapan. Karena harapan-harapan
itulah, juga banyak mengundang banyak kekecewan.
Perasaan itu abu-abu. Kita tidak bisa
menebak apakah dia juga sama seperti apa yang kita rasakan? Apakah dia pun
banyak menatap malu? Apakah dia merasa senang atau sedih terhadap kita? pun
pernahkah dia berangan dan berharap seperti apa yang kita lakukan? Bukankah
semua itu abu-abu?
Meskipun perasaan adalah abu-abu, memang itu masalah besar? sejauh kita memahami baik bahwa perasaan, cinta, dan pasangan akan datang pada waktu dan saat yang tepat. Perasaan itu memang abu-abu, selagi kita mampu menahannya agar tidak membawa keburukkan, tidak membawa dosa, maka perasaan itu amat spesial. adukan saja kepada Nya, mengeluh dan berharaplah kebaikan kepada Nya. maka kita tidak lagi merasa galau dan gelisah.
Apalagi masalah jodoh yang lebih serius. yang justru amat simpel penjelasannya. Bukankah jelas, pasangan hidup adalah cerminan diri sendiri? maka bercerminlah! terus memperbaiki diri. Suatu saat, jika Ia telah menghendaki, maka akan datang pasangan dengan jalan yang mungkin tak terduga. Entah dari belahan bumi manapun berasal, jika memang berjodoh maka akan bertemu pula. Sebesar apapun tempat di bumi, jika memang berjodoh, bahkan tetangga sendiri bisa berbesanan, atau sahabat yang sudah bertahun-tahun bersama, bisa jadi sampai berlanjut sampai seumur hidup, terikat oleh cinta. dan kemungkinan lainnya jodoh bisa jadi adalah orang yang baru sebulan kita kenal, atau beberapa minggu. perasaan memang abu-abu, pun pasangan hidup. . cinta memang penuh jutaan misteri bukan?
Apalagi masalah jodoh yang lebih serius. yang justru amat simpel penjelasannya. Bukankah jelas, pasangan hidup adalah cerminan diri sendiri? maka bercerminlah! terus memperbaiki diri. Suatu saat, jika Ia telah menghendaki, maka akan datang pasangan dengan jalan yang mungkin tak terduga. Entah dari belahan bumi manapun berasal, jika memang berjodoh maka akan bertemu pula. Sebesar apapun tempat di bumi, jika memang berjodoh, bahkan tetangga sendiri bisa berbesanan, atau sahabat yang sudah bertahun-tahun bersama, bisa jadi sampai berlanjut sampai seumur hidup, terikat oleh cinta. dan kemungkinan lainnya jodoh bisa jadi adalah orang yang baru sebulan kita kenal, atau beberapa minggu. perasaan memang abu-abu, pun pasangan hidup. . cinta memang penuh jutaan misteri bukan?



template kk apa ya kk
BalasHapus