Aku, dengan Tampias Hujan
Hari Rabu, mendung, gerimis,
cuaca tak menentu.
Aku sedang menapaki kaki berjalan menuju kampus—di siang hari yang gerimis.
Dengan payung pink ku, aku tetap melangkah, sambil mendengar nyanyian di headset yang ku kenakan. Entah, hari itu rasanya begitu kelabu. aku galau. aku sedih. Tapi kenapa?
Hujan yang turun nyatanya semakin deras, sepertinya mereka berlomba-lomba turun, menimpa orang-orang dengan butiran air yang besar. Payungku kelimpungan, ditambah angin yang membuat bajuku tetap basah mesik memakai payung.
Aku memutuskan untuk berteduh. Hujan ini sangat deras. Menambah kelabu perasaan aku. Aku sedih, entah kenapa..



Komentar
Posting Komentar